ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Nilai Sebuah Kebaikan

Nilai Sebuah Kebaikan "Berbuatlah kebaikan, namun jangan sampai mengurangi kebaikan orang lain. Tak sedikit orang berbuat baik, namun ia tak mendapatkan apa-apa. Orang sering lupa bahwa setiap amalan kebaikan perlu syarat dan aturan, agar kebaikan bernilai ibadah dan bermanfaat bagi orang lain. Bukankah Agama juga mengajarkan bahwa amalan tertolak jika tak mengikuti sunah dan aturan.”
Nilai Sebuah Kebaikan

Selalu Bersyukur dalam Keadaan Apapun

“... Manusia bijak itu ketika SUKSES dan GAGAL pun tetap BERSYUKUR. Karena sesungguhnya KEBAHAGIAAN sejati ada di dalam rasa syukur. Percayalah bersyukur DALAM KEADAAN APAPUN mampu menjadikan kita manusia PALING BAHAGIA di dunia ini ...”  Syukur jika dilihat dari hukum Newton sama dengan apa yang anda terima selalu setara dengan jumlah syukur yang anda berikan. Semakin tulus perasaan syukur anda, semakin banyak anda akan menerima keberkahan.   Ada dua hal yang akan dirasakan oleh orang yang membiasakan diri bersyukur.  Pertama, orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini merupakan janji Allah dalam Al Quran, barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambahkan lagi kenikmatan padanya, sebaliknya apabila seseorang tersebut kufur, maka Allah menjanjikan azab yang sangat pedih bagi siapa saja yang melakukannya.  Kedua, orang yang bersyukur akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Tidak sibuk memikirkan apa yang menjadi milik orang lain, berbahagia dengan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Rasa syukur akan membuat si pelakunya efektif dalam menjalani hidup. Ia akan fokus dengan apa yang menjadi tujuannya. Tidak disibukkan mengurusi orang lain, nikmat orang lain yang didapatkan tidak membuat si ahli syukur merasa iri hati atau berniat memilikinya. Ia mencukupkan dirinya terhadap apa yang sudah dikaruniakan Allah SWT pada dirinya.   Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu bersyukur dengan apa yang sudah kita terima. Selamat beraktifitas.


“... Manusia bijak itu ketika SUKSES dan GAGAL pun tetap BERSYUKUR. Karena sesungguhnya KEBAHAGIAAN sejati ada di dalam rasa syukur. Percayalah bersyukur DALAM KEADAAN APAPUN mampu menjadikan kita manusia PALING BAHAGIA di dunia ini ...”

Syukur jika dilihat dari hukum Newton sama dengan apa yang anda terima selalu setara dengan jumlah syukur yang anda berikan. Semakin tulus perasaan syukur anda, semakin banyak anda akan menerima keberkahan.

Ada dua hal yang akan dirasakan oleh orang yang membiasakan diri bersyukur.

Pertama, orang yang bersyukur akan ditambah nikmatnya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini merupakan janji Allah dalam Al Quran, barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambahkan lagi kenikmatan padanya, sebaliknya apabila seseorang tersebut kufur, maka Allah menjanjikan azab yang sangat pedih bagi siapa saja yang melakukannya.

Kedua, orang yang bersyukur akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Tidak sibuk memikirkan apa yang menjadi milik orang lain, berbahagia dengan karunia yang telah diberikan Allah kepadanya. Rasa syukur akan membuat si pelakunya efektif dalam menjalani hidup. Ia akan fokus dengan apa yang menjadi tujuannya. Tidak disibukkan mengurusi orang lain, nikmat orang lain yang didapatkan tidak membuat si ahli syukur merasa iri hati atau berniat memilikinya. Ia mencukupkan dirinya terhadap apa yang sudah dikaruniakan Allah SWT pada dirinya.

Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu bersyukur dengan apa yang sudah kita terima. Selamat beraktifitas.

Seseorang Dinilai dari Ucapan dan Sikap

".....Bicaralah dengan kalimat yang baik, suara yang lembut tapi tegas, karena tak jarang kamu dinilai dari ucapan dan sikap ketika berbicara......"  Suatu, ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan kepada sang anak untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah...  Hari pertama anak itu telah memakukan begitu banyak paku ke pagar setiap kali dia marah... lalu secara bertahap jumlahnya berkurang. Dia mendapati ternyata lebih mudah menahan amarahnya ketimbang memaku pagar.  Akhirnya tibalah waktu dimana si anak merasa benar-benar bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal tersebut kepada sang ayah, yang kemudian mengusulkan untuk mencabut satu paku satu hari setiap dia berhasil menahan marah.  Hari-hari berlalu dan si anak akhirnya memberitahu kepada sang ayah bahwa ia telah berhasil mencabut paku-paku tersebut, lalu sang ayah menuntun si anak menuju pagar belakang rumah.  "Hmmz.., kamu telah berhasil dengan baik anakku, tetapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. pagar ini tidak akan sama seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain...  Kamu bisa menusukkan pisau kepada seseorang, lalu mencabut pisau itu tetapi tidak perduli kamu meminta maaf luka tersebut tetap ada dan luka karena kata-kata lebih buruk dari luka fisik..."  Oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah yang bisa menahan lisannya, karena banyak musibah yang diawali dari lisan.  [*]


".....Bicaralah dengan kalimat yang baik, suara yang lembut tapi tegas, karena tak jarang kamu dinilai dari ucapan dan sikap ketika berbicara......"

Suatu, ketika ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan kepada sang anak untuk memakukan sebuah paku di pagar belakang setiap kali dia marah...

Hari pertama anak itu telah memakukan begitu banyak paku ke pagar setiap kali dia marah... lalu secara bertahap jumlahnya berkurang. Dia mendapati ternyata lebih mudah menahan amarahnya ketimbang memaku pagar.

Akhirnya tibalah waktu dimana si anak merasa benar-benar bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan hal tersebut kepada sang ayah, yang kemudian mengusulkan untuk mencabut satu paku satu hari setiap dia berhasil menahan marah.

Hari-hari berlalu dan si anak akhirnya memberitahu kepada sang ayah bahwa ia telah berhasil mencabut paku-paku tersebut, lalu sang ayah menuntun si anak menuju pagar belakang rumah.

"Hmmz.., kamu telah berhasil dengan baik anakku, tetapi lihatlah lubang-lubang di pagar ini. pagar ini tidak akan sama seperti sebelumnya. Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini di hati orang lain...

Kamu bisa menusukkan pisau kepada seseorang, lalu mencabut pisau itu tetapi tidak perduli kamu meminta maaf luka tersebut tetap ada dan luka karena kata-kata lebih buruk dari luka fisik..."

Oleh karena itu sebaik-baik manusia adalah yang bisa menahan lisannya, karena banyak musibah yang diawali dari lisan.  [*]

Cukup Seseorang yang Membuatmu Bahagia

“Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia. Dan... membuatmu lebih berararti. Karena hidup bukanlah mencari kesempurnaan, cukup mensyukuri anugerah yang diberikan Tuhan.  HM Ruzaidin Noor


“Tak perlu seseorang yang sempurna, cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia. Dan... membuatmu lebih berararti. Karena hidup bukanlah mencari kesempurnaan, cukup mensyukuri anugerah yang diberikan Tuhan.

HM Ruzaidin Noor

Berterima Kasihlah pada Haters

Saat seseorang MENGHINA anda, SYUKURI itu sebagai PUJIAN. Karena selama ini mereka MENGHABISKAN tak sedikit WAKTU hanya untuk memikirkan anda. Bahkan, ketika anda TIDAK MEMIKIRKAN mereka.  Sahabatku yang kusayangi karena Allah, tahukah kita bahwa Allah sangat murka dengan orang-orang yang senang mengolok-olok apalagi sampai menghina saudaranya sendiri, seiman pula lagi.  “Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-seburuk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujarat [49] : 11)
Berterima Kasihlah pada Haters
Saat seseorang MENGHINA anda, SYUKURI itu sebagai PUJIAN. Karena selama ini mereka MENGHABISKAN tak sedikit WAKTU hanya untuk memikirkan anda. Bahkan, ketika anda TIDAK MEMIKIRKAN mereka.

Sahabatku yang kusayangi karena Allah, tahukah kita bahwa Allah sangat murka dengan orang-orang yang senang mengolok-olok apalagi sampai menghina saudaranya sendiri, seiman pula lagi.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-seburuk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Hujarat [49] : 11)
⬆
Top